Bab 51

1020 Kata

Hujan turun lagi malam itu. Tidak selebat sore tadi, tapi cukup untuk membuat udara di luar terasa dingin dan lembap. Dari balik kaca besar ruang kerja Ethan, kilatan petir sesekali memantul di permukaan meja. Ia duduk di kursinya, satu tangan menggenggam pena, tapi sejak tadi pandangannya kosong. Dokumen di depannya tidak tersentuh. Ia mengingat kembali senyum lembut ibu Naura, tatapan haru wanita itu saat memanggil nama anaknya, dan bagaimana Naura tampak begitu hidup di sana — jauh berbeda dari wajah tegang yang biasa ia lihat setiap hari di rumah. Saat di sisi ibunya, Naura berubah. Ia tertawa, bercerita, bahkan matanya memantulkan cahaya yang tak pernah terlihat selama ini. Dan untuk pertama kalinya, Ethan merasa… iri. Ia iri pada kedamaian yang dimiliki Naura ketika bersama ibunya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN