Perjalanan pulang dari rumah sakit berlangsung dalam diam, tapi bukan diam yang canggung seperti sebelumnya. Hanya ada suara mesin mobil yang stabil dan ritme lembut dari jantung Naura yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Di kursi pengemudi, Ethan memegang setir dengan tangan mantap, pandangannya fokus ke jalan raya, tapi sesekali matanya melirik ke arah Naura di sisi kanan. Gadis itu terlihat tenang dari luar, tapi matanya memancarkan banyak hal. Lelah, syukur, canggung, juga sesuatu yang Ethan belum bisa pahami. Ia bukan tipe pria yang pandai membaca emosi orang lain, tapi setiap kali menatap Naura, ada sesuatu yang membuatnya ingin tahu lebih banyak. Tentang apa yang pernah membuatnya menangis, apa yang membuatnya bertahan, dan kenapa dia terlihat begitu takut mencintai. Ketika mo

