Bab 54

1021 Kata

Hujan turun rintik-rintik malam itu ketika mobil Ethan berhenti di halaman rumah besar miliknya. Suara mesin yang dimatikan disusul oleh ketenangan yang aneh—hanya ada suara hujan menetes di atap dan deru angin lembut yang menggetarkan pohon di taman depan. Naura diam di kursinya. Pandangannya kosong menatap ke depan, tapi pikirannya berputar cepat. Ia masih teringat pada wajah ibunya yang tertidur damai di rumah sakit, dan pesan-pesan Aditya yang tak lagi ia balas. Semuanya terasa tumpang tindih di dalam kepala. Ethan keluar lebih dulu dan memayungi dirinya sendiri, kemudian berjalan memutar ke sisi mobil dan membuka pintu penumpang. “Turun,” katanya pelan tapi tegas. Naura mengangkat wajahnya, sedikit ragu. “Kamu… masih mau nunggu aku turun?” Ethan menatapnya dengan ekspresi datar ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN