Bab 56

916 Kata

Sekitar satu jam kemudian, suasana rumah sudah semakin tenang. Naura masih duduk di taman, menatap kosong ke arah air mancur yang terus mengalir tanpa henti. Hembusan angin sore membuat rambutnya sedikit berantakan, tapi ia tidak peduli. Ia sedang berpikir terlalu banyak hal. Tentang ibunya, tentang Aditya, dan tentang Ethan yang semakin sulit ia pahami. Ia tahu sejak awal pernikahan ini bukan tentang cinta. Semua sudah tertulis jelas dalam kontrak yang mereka tanda tangani. Tapi semakin lama tinggal di rumah itu, semakin sulit baginya untuk berpura-pura tidak peduli. Ethan memang jarang bicara, tapi kehadirannya selalu terasa. Setiap langkahnya, setiap tatapannya, bahkan saat pria itu tidak ada, bayangannya tetap menempel di kepala Naura. Pintu geser di belakangnya tiba-tiba terbuka. Na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN