Keesokan harinya, suasana rumah masih terasa sepi saat Naura turun ke ruang makan. Ethan sudah pergi sejak subuh, meninggalkan pesan singkat lewat pelayan bahwa ia harus menghadiri rapat di luar kota selama beberapa hari. Di meja makan, Nita sudah menyiapkan sarapan lengkap — roti panggang, telur, dan segelas jus jeruk yang masih dingin. Naura makan dengan pelan. Tidak ada suara lain selain dentingan sendok yang menyentuh piring. Ia menatap kursi di seberangnya yang kosong, lalu mendesah pelan. Meskipun baru beberapa hari tinggal di rumah itu, ia sudah mulai terbiasa melihat Ethan setiap pagi, walau hanya sekadar menyapa singkat. Sekarang, tanpa kehadiran pria itu, rumah terasa terlalu besar dan terlalu hening. Selesai makan, ia naik ke kamar dan membuka ponselnya. Ada pesan dari Aditya.

