Menjelang sore, Naura masih di rumah sakit menemani ibunya. Ia membantu mengganti perban kecil di tangan, membereskan meja makan pasien, lalu menunggu perawat datang untuk pemeriksaan rutin. Ibunya terlihat lebih tenang, bahkan sempat meminta Naura duduk dan istirahat sebentar. “Nanti kamu capek, Nak. Dari tadi nggak duduk-duduk,” ucap ibunya sambil menatap lembut. Naura tersenyum kecil. “Nggak apa-apa, Bu. Aku senang lihat Ibu udah kelihatan sehat lagi.” “Kalau kamu terus begini, nanti suamimu marah loh,” gurau ibunya. “Dari tadi jam segini belum pulang?” Naura terdiam beberapa detik. Ia tahu maksud ibunya baik, tapi setiap kali kata suami disebut, dadanya terasa sesak. Ia tidak tahu harus menjawab seperti apa. “Ethan masih di kantor, Bu. Katanya sibuk rapat.” Ibunya mengangguk paha

