Maaf, Yul!

1610 Kata

Malam ini aku tidur di rumahnya Riaz. Walau sebenarnya agak gak enak juga sih sama si Aufa. Lagian si Riaz gak ngomong kalau ada Aufa di sini. Alhasil, si Riaz yang ngalah tidur di sofa ruang televisi. Sejak semalam, si Aufa gak keluar kamar. Bahkan sampe pagi ini anak itu masih bersemayam di kamarnya. Lagi semedi di kamar mandi kali ya? Sebagai tamu beradab, aku tahu diri lah. Daripada bengong gak jelas karena bangun lebih dulu, aku memilih pergi ke dapur. Untungnya lemari es milik si Riaz banyak stok makanannya. Sayur dan buah juga ada. Aku membuat sarapan dengan bahan yang ada. "Wah, mantap, udah wangi lapar nih!" Riaz muncul dari kamar yang kutempati. Beneran tuh anak, padahal si Aufa ada di kamar satunya lagi. Tapi dia gak berani bangunin atau ganggu. Untung aja aku bangun duluan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN