Dunia memang panggungnya sandiwara, sebaik apapun keinginan yang di tempa oleh manusia nyatanya Yang Kuasa memiliki peran lebih besar. Antara hidup dan kematian hanya Yang Kuasalah tempat meminta, takdir yang telah di gariskan tak akan bisa di ubah bila sang Kuasa tetap berkehendak. Di malam yang amat dingin bertaburkan bintang, Cassandra telah menghembuskan napas terakhir di pelukan sang suami. Kabar kematiannya yang mendadak seakan menjadi bumerang tersendiri untuk Nia sang sahabat, firasat yang ia rasakan sejak beberapa jam terakhir menjadi nyata. “Mas?” “Maaf Nia, aku nggak mampu menyelamatkan Cassandra. Dia sudah menghembuskan napas terakhir siang tadi, sekeras apapun kami berjuang tapi nyatanya tubuhnya terlalu lemah untuk menompang racun sebanyak itu” Perlahan tangan Nia meraih