Bab 28. Kenekatan Kendra

1046 Kata

Pagi menyapa dengan suasana yang berat di kediaman itu. Cahaya matahari yang masuk melalui celah gorden seolah tak mampu mengusir sisa ketegangan semalam. Tara terbangun lebih dulu. Ia menggeliat, namun tangannya menyentuh sesuatu yang basah dan lengket di bantal suaminya. Saat ia menoleh, matanya membelalak. Di sampingnya, Kendra meringkuk dengan wajah yang mengerikan. Sudut bibirnya pecah, pipinya membiru, dan ada memar keunguan di sekitar rahangnya. "Kendra?! Kamu kenapa?" pekik Tara, tangannya gemetar menyentuh wajah suaminya. Kendra mengerang, matanya terbuka sedikit, menatap Tara dengan sorot kebencian yang samar. "Bukan urusanmu. Diamlah," desisnya parau. "Bukan urusanku? Kamu babak belur begini!" Tara memaksa Kendra duduk. "Siapa yang lakuin ini? Papa? Apa kalian berantem semal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN