Bab 31. Masa Lalu yang Pengap

1155 Kata

Hujan menderu di luar jendela, menciptakan simfoni statis yang seolah menarik paksa kesadaran Dewangga kembali ke masa tiga puluh tahun silam. Masa di mana dunianya runtuh, bukan karena ledakan besar, melainkan karena pengkhianatan yang terencana oleh takdir. Malam itu, aroma tanah basah terasa sama persis dengan malam ini. Nirima berdiri di hadapannya dengan wajah yang sembab. Wanita yang ia puja, yang ia pikir akan menjadi pelabuhan terakhirnya, justru datang membawa badai. "Mas, aku minta maaf... aku nggak bisa lanjutin hubungan kita," isak Nirima. Kalimat itu seperti belati yang tumpul, mengoyak d**a Dewangga perlahan. "Kenapa, Nirima? Apa salahku?" Dewangga mencengkeram bahu wanita itu, mencoba mencari secercah harapan di matanya. "Papa menjodohkanku, Mas. Keputusan itu mutlak. Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN