Bab 56. Mau Mama Baru

1737 Kata

"Aku pikir, selama enam tahun ini aku sudah cukup memberikan segalanya, Jan. Tapi ternyata, aku tetap gagal menambal lubang itu." Suara Kendra terdengar berat, nyaris tenggelam di balik kepulan uap kopi yang mendingin di atas meja. Malam itu, ia duduk di teras belakang rumah Jandita dan Dewangga. Di dalam, Arka dan Abi sudah terlelap setelah lelah bermain seharian, namun bagi Kendra, ketenangan itu justru membawa kegelisahan yang menyesakkan. Dewangga menyesap kopinya, sementara Jandita menatap Kendra dengan tatapan prihatin yang dalam. Kendra baru saja menceritakan tentang celetukan Arka kemarin sore. Sebuah pertanyaan polos yang ternyata mampu meruntuhkan benteng pertahanan yang ia bangun selama bertahun-tahun. "Dia tanya kenapa aku nggak cari Mama baru." Kendra melanjutkan, tawanya g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN