Hari itu, akhir pekan yang cerah. Suasana di penthouse sepi. Elaine hanya berdua dengan asisten rumah tangga karena Joseph setelah sarapan langsung pamit, ada urusan penting katanya. Sepanjang pagi itu, Elaine hanya bermalas-malasan, tidak mood untuk melakukan aktivitas apapun. Dia berpikir untuk mengikuti saja keinginan hatinya, setelah beberapa hari sibuk dengan aktivitas di kampus. Dia menghidupkan televisi dan menonton siaran infotainment sambil rebahan di sofa. Saat sedang menonton sambil terkantuk-kantuk, ponselnya berbunyi. Elaine melirik layar ponsel untuk melihat identitas penelepon. Ternyata panggilan dari bibi Dela. “Halo, selamat pagi, Bi!” sapa Elaine gembira. “Selamat pagi, Ellie. Maaf, bibi butuh bantuanmu. Bisakah kau datang ke panti asuhan?” “Oh. Bisa, bisa.. Sekar