BAB 13 – Tekanan di Meja Makan

1328 Kata

Meja makan keluarga Suryadinungrat seperti panggung pertunjukan yang tidak pernah berhenti. Segalanya terlalu formal, terlalu sunyi, terlalu penuh aturan tak tertulis yang tak pernah dijelaskan kepada siapa pun namun harus ditaati. Reza tidak pernah menyukai tempat ini. Dari kecil ia tahu, setiap kali duduk di meja panjang ini, ia harus memainkan peran yang dibenci banyak orang: peran anak laki-laki yang dianggap kurang, tidak mampu, tidak memenuhi standar keluarga besar mereka. Hari itu tidak berbeda. Reza berjalan menuju ruang makan dengan langkah canggung, bahunya sedikit merunduk, jarinya meremas ujung kemejanya seperti anak kecil yang takut dimarahi. Ia mencoba menyesuaikan napas, mencoba memikirkan apa yang harus ia lakukan, mencoba mengingat bahwa wajah “bodohnya” harus ia kenakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN