Begitu tiba di apartemen, Sonya langsung masuk ke kamar sambil bersenandung kecil. Raut wajahnya tampak riang, seolah tidak menyadari awan mendung yang perlahan menggantung di dahi sang suami. Zeron masih duduk di sofa, tapi telinganya menangkap bunyi pintu kamar mandi terbuka. Suara air mengalir, dan kemudian dentingan kecil botol-botol skincare yang ditata rapi. Dia menarik napas, lalu berdiri dengan malas, menuju kamar. Tak lama kemudian, dari balik pintu yang sedikit terbuka, dia melihat Sonya berdiri di depan cermin. Rambutnya sudah dikeringkan setengah basah, dan kini dia sibuk memoleskan tipis-tipis bedak dan lipstik warna lembut. Wajahnya terlihat segar dan manis, lebih dari biasanya. Zeron bersandar di tepian pintu, menyilangkan tangan di da-da. Matanya tajam mengamati setiap g