44. Malam yang Panjang

3065 Kata

“Woaaa! Bekuuu!” aku menggumam dengan bibir bergetar. Padahal aku mandi sudah pakai air hangat, tapi begitu selesai mandi, dingin itu kembali menusuk tulang. Aku keluar dari kamar mandi langsung menjemur handuk dan bergegas masuk lagi mengambil jaket tebal. Mas Adim tidak ada di kamar, aku tebak dia sedang beli minuman hangat di bawah. Tadi, setelah kami pulang dari rumah duka sekitar pukul empat, kami segera cari penginapan yang lokasinya strategis. Memang banyak sekali penginapan di area Dieng, tapi kami cari yang kiranya juga bisa memanjakan mata kami. Dan akhirnya, kami dapat penginapan di dekat Bukit Sikunir. Sedikit informasi, katanya nih, pemandangan sunrise di Bukit Sikunir adalah salah satu sunrise terindah se - Asia tenggara. Banyak orang menyebutnya sunrise negri di atas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN