“Menurut saya ... saya akan mengesampingkan keinginan dan kriteria saya, Non. Terlebih di rahim anak saya kan ada bayi yang harus dipertanggung jawabkan. Lagipula kalau saya pribadi selama laki-laki itu bisa menjaga anak saya dengan baik, mencintai anak saya sepanjang usianya dan memperlakukan anak saya dengan baik, kenapa tidak?” Elsa mengangguk, jujur ia sependapat dengan Pak Ridwan. “Lagipula nih ya Non, yang mau menikah kan anak saya, yang menjalani dia, masa saya sih yang nentuin dia harus nikah sama orang yang kayak gini, laki-laki yang seperti ini. Kan nggak gitu juga konsepnya, Non.” Sekali lagi Elsa mengangguk pelan. Andai semua bapak di dunia ini punya pandangan yang sama dengan Pak Ridwan, mungkin kasus seperti yang kini tengah terjadi pada kakak nomor tiganya dan adik ipar E

