Ramon tersenyum melihat sang isteri tengah mengobrol dan tertawa bersama-sama kedua orang tuanya. Ia menatap plastik martabak manis dan martabak telor yang sengaja ia beli tadi, semoga mertuanya tidak sedang diet gula. Dengan senyum merekah, Ramon melangkah menghampiri ketiganya, yang langsung disadari oleh Bastian. "Nah ini, satu-satunya menanti laki-laki papa datang, baru pulang Mon?" Elsa masih bersandar manja di bahu sang papa, memasang senyum menggoda pada sang suami. "Iya Pa, langsung pulang nih tadi sudah diancam sama Ibu Negara," jawabnya pura-pura manyun. Elsa sontak mencebik, "Halah bohong tuh, Pa!" Ramon yang tengah mencium punggung telapak tangan Angela itu sontak melotot. Bohong? Ia setengah berlari ke parkiran demi bisa langsung pulang tadi dikatain sang isteri bohon

