Berat

1183 Kata

Elsa tersenyum, melangkah turun dari mobil ketika Pak Ridwan menghentikan mobilnya di depan rumah keluarga Atmajaya, ia mendekati pintu bagian depan, menanti jendela kaca mobil turun dan sosok itu menyunggingkan senyum kepadanya. "Makasih ya, Pak. Bawa saja dulu mobilnya kalau mau pulang. Nanti saya paling di jemput suami." "Baik kalau begitu saya permisi, Non. Nanti telepon Bapak saja kalau ada apa-apa," Elsa mengangguk pelan, tersenyum dan menantikan mobil itu berlalu dari depan gerbang kediaman Atmajaya. Elsa menghela nafas panjang, perutnya sudah cukup besar. Maklum sudah masuk usia dua puluh empat minggu. Mana isinya dua lagi, jadi jangan heran kalau perut Elsa jauh lebih besar dari ukuran perut ibu hamil seusianya. "Lho... Non, sama siapa?" tanya salah seorang asisten rumah tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN