"Ini anak Mesa sama Christ, Pa!" Jantung Mahendra seperti mau lepas, ia menatap nanar anak gadisnya itu. Apa yang tadi dia bilang? Anak kembar dalam gendongan mereka itu adalah anak Mesa dengan Christ? Lelucon macam apa ini? "Christ, jangan bercanda, Christ!" Bastian berubah pias. Anak yang selama ini selalu membuat pusing kepalanya karena tidak ada tanda-tanda ingin berumah tangga, ternyata diam-diam malah sudah punya dua orang anak? Dan wanita itu adalah anak dari besannya sendiri? Cobaan macam apa lagi ini? "Ka-kamu...," Mahendra sampai tidak bisa berkata-kata apapun, matanya makin merah, dadanya berubah sesak. "Jangan khawatir, Mesa pulang tidak hanya membawakan cucu buat papa tapi juga ijazah sarjana kedokteran Mesa, Pa. Mesa lulus cumlaude." Mahendra membeku, air matanya menit

