Ramon kembali bangkit dari sofa ketika pintu kamar sang istri terbuka, nampak Angela muncul dengan mata bengkak. Ramon segera berlari menghampiri mama mertuanya, bersimpuh di kaki Angela sambil terisak. "Ma... Ramon mohon sekali, Ma... izinkan Ramon masuk buat ketemu Elsa, Ma!" renggek Ramon di kaki Angela, membuat air mata Angela yang tadinya sudah kering kembali menitik. Angela menyeka air matanya, menarik Ramon agar berdiri dari kakinya. Hatinya pedih menatap air mata yang menitik dari mata laki-laki ini. "Maafkan Mama, Mon. Tapi Mama nggak bisa. Elsa belum mau ketemu kamu, tolong hargai keputusan dia, apalagi kamu tahu sendiri isteri mu tengah hamil, Mon." Ramon sontak lemas, air matanya makin banjir. Angela menepuk pundak menantunya itu, lantas melangkah menuju kamar Christ, ia

