Kereta tiba di Malang menjelang tengah malam. Udara dingin menyelimuti tubuh Inari begitu turun dari peron, seolah langsung menyambut kesepiannya. Tidak ada yang menjemput, tidak ada tangan hangat Bramasta seperti siang tadi. Hanya dirinya, koper kecil, dan suara gemuruh kereta lain yang lewat cepat. Dia mencari mobil online di luar stasiun meskipun harus berjalan satu km agar biaya yang dikeluarkan lebih murah. Setelah menunggu sekitar lima belas menit, akhirnya mobil online pesannya tiba. Inari masuk ke dalam lalu hanya diam sepanjang jalan. Inari turun dari mobil online. Pembayaran sudah diselesaikan melalui aplikasi. Setelah mengucapkan terima kasih, Inari melangkah pergi dengan menyerat koper kecilnya sendirian. Saat membuka pintu rumah, aroma ruang yang kosong menyergapnya. Sun

