Bab 17 Makin Curiga

1172 Kata

Raisa pertama kali menyadarinya bukan dari hal besar, melainkan dari sesuatu yang nyaris tak terlihat. Bramasta berhenti bersenandung. Kebiasaan kecil itu selalu ada—suara pelan yang keluar tanpa sadar setiap kali Bramasta bersiap berangkat kerja, atau saat mencuci tangan di dapur. Kadang potongan lagu lawas, kadang nada acak yang bahkan tak membentuk melodi. Tidak penting lagunya apa. Yang penting, itu tanda. Tanda bahwa hati Bramasta ringan, pikirannya tidak sedang tersangkut di tempat lain. Sudah bertahun-tahun Raisa mengenal suara itu. Bahkan di masa-masa sulit—saat ekonomi mereka pas-pasan, saat Langit masih sering terbangun tengah malam—Bramasta tetap bersenandung seolah itu caranya bertahan. Beberapa minggu terakhir… suara itu hilang. Awalnya Raisa mengira ia hanya lelah. Pekerj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN