Bab 35 Meledak

1092 Kata

Setelah menangis cukup lama di pelukan Anton, Raisa tidak langsung merasa lebih kuat. Justru sebaliknya, ia merasa kosong. Seperti seseorang yang akhirnya berhenti menahan napas lalu sadar paru-parunya sakit. Ada lega, tapi juga nyeri yang aneh. Sebuah ruang sunyi yang seolah menuntut ia menata kembali dirinya sendiri, tanpa ada panduan. Anton tidak bertanya apa-apa lagi sore itu. Ia hanya mengantarnya masuk ke rumah ketika matahari hampir tenggelam, memastikan ibunya tidak curiga, memastikan Raisa tampak “baik-baik saja”. Raisa berterima kasih untuk pengertian Anton. Malamnya, Raisa tidak tidur nyenyak. Ia terjaga berkali-kali, menatap langit-langit kamar masa kecilnya yang familiar tapi kini terasa asing. Ia memeluk Langit, yang tidur di sampingnya, anak kecil yang tak tahu apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN