Rumit

1006 Kata
Chris menahan tanganku agar aku tidak pergi, “tunggu sebentar.” “Kenapa lagi?” tanyaku, “Kenapa kamu pilih dia, bukan aku?” Chris balik bertanya. Aku melepaskan tangan Chris, “bisa stop gak sih?” “Enggak, gak bisa,” Chris mendekatkan dirinya kepadaku, lalu ia hendak memegang bahuku. Melihatku yang akan didekati oleh Chris, Michael langsung mendorong Chris dengan kuat, “Lu ngapain sih?” protes Michael. Chris balik mendorong Michael, “Lu jangan buat keributan ya di sini, gue cuma mau bicara dengan Michelle.” “Apapun yang lu lakuin sekarang, gue gak peduli ya. Michelle dan gue mau pulang,” kata Michael seraya menggenggam tanganku. “Michelle sama gue aja,” ucap Michael, ia menarik lenganku sehingga aku kehilangan keseimbangan. Michael dan Chris dengan sigap membantuku agar aku tidak terjatuh, tetapi aku memilih untuk berpegangan kepada Michael. Tidak terima lenganku ditarik dengan Chris, Michael menarik baju laki – laki dihadapannya tersebut, “lu ngerti gak sih dia itu lagi hamil, ha?” “Michael, sudah. Jangan kebawa emosi,” aku menyentuh bahu Michael. “Gue yakin ini rencana lu biar Michelle ngejauh dari gue,” ujar Chris kepada Michael. Michael diam sejenak, lalu melepaskan cengkeramannya di baju Chris, “kali ini gue gak mau ngeladenin lu demi Michelle, gue gak mau dia kenapa – kenapa,” “Ayo pulang,” ajak Michael seraya merangkulku. Anny yang sedari tadi hanya menunggu di meja makan terlihat kebingungan melihat wajah kami yang tampak emosi. Aku dan Michael tidak memperdulikan Anny dan langsung pulang. Michael membukakan pintu mobil untukku, “hati – hati,” ucap Michael. Aku tersenyum, “iya.” Sesampainya di rumah, aku langsung melepas hoodieku dan berbaring di tempat tidur. Aku mematikan lampu dan memejamkan mataku. “Jangan tidur dulu, kamu harus minum s**u,” kata Michael sambil menyalakan lampu kamar kembali dengan segelas s**u di tangannya. Aku duduk dan bersandar, “makasih ya,” aku mengambil segelas s**u hangat dari tangan Michael. Lalu ia duduk di sampingku. Aku menghabiskan segelas s**u itu hanya dalam beberapa menit, lalu aku berbaring di tempat tidur, “aku mau tidur dulu ya,” kataku. “Iya, nice dream,” Michael mencium keningku, lalu ia mematikan lampu. *** Aku terbangun dari tidurku, lampu masih padam tanda bahwa ini masih tengah malam. Aku menyalakan lampu meja di sampingku, aku melihat Michael yang terlelap. Aku beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke lantai bawah, aku ingin sekali menonton film sekarang. Aku duduk di sofa dan menyalakan tv, aku memilih film mystery untuk aku tonton di tengah malam seperti ini. Beberapa menit berlalu, sepertinya suara tv yang terlalu keras membangunkan Michael. “Michelle, kamu ngapain tengah malam kayak gini malah nonton film bukannya istirahat.” “Aku lagi mau nonton film,” kataku seraya merengek. Michael duduk di sampingku dengan matanya yang sembab akibat terbangun dari tidur nyenyaknya. Michael berusaha keras agar ia tidak tertidur saat menemani aku menonton film. “Seru ya filmnya,” ujarku kepada Michael sambil menyenggol tangannya. Michael membuka matanya, “ha? Iya bagus banget,” ucapnya lalu ia kembali menyandarkan kepalanya ke sofa. Aku melirik ke arah Michael, “kamu nonton juga dong,” pintaku. Michael mengangguk, “iya, aku juga nonton kok ini.” “Enggak, kamu gak nonton. Kamu tidur,” protesku, lalu aku memasang wajah cemberut. “Aku nonton, nih liat aku. Aku nonton kan,” Michael menegakkan badannya. Aku memeluk Michael dengan erat, kemudian aku mendekatkan wajahku kepadanya dan mencium bibirnya dengan mesra. Michael menatapku, tangannya mengelus pipiku, “aku bahagia banget, aku bakalan punya anak dari wanita spesial dihidup aku,” Kemudian Michael menempelkan telinganya di perutku, “Hai Michael junior, gak sabar deh ketemu kamu.” “Dia masih belum berbentuk, haha,” kataku kepada Michael. “Besok siang kita ke Dokter kandungan ya, untuk memeriksa kandungan kamu,” ucap Michael. Aku mengangguk, “iya, boleh.” “Yaudah, ayo kita tidur,” ajak Michael sambil mematikan tv. Aku hanya bisa menuruti perkataannya, aku juga tidak mau terjadi hal buruk pada kehamilanku. Keesokan harinya… Sehabis sarapan pagi, aku dan Michael pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kandunganku. Michael dengan setia menemaniku kemanapun aku pergi, ia juga selalu menggandeng tanganku dan tidak membiarkan aku untuk menjauh darinya. Aku dan Michael menunggu di ruang tunggu hingga namaku dipanggil oleh perawat. “Michelle Orlin,” perawat memanggil namaku. Kami berdua langsung masuk ke dalam ruangan Dokter. “Selamat pagi,” sapa Dokter kepada kami. “Pagi Dok,” balas Michael. “Sudah siap untuk di periksa?” tanya Dokter kepadaku. Aku tersenyum, “iya sudah.” Tidak cukup lama bagi Dokter untuk memeriksa kehamilanku, Dokter mengatakan bahwa kehamilanku sudah berusia sekitar dua minggu. Ia mengatakan bahwa aku harus menjaga pola makan dan tidurku, serta harus banyak makanan sayur – sayuran dan buah – buahan. “Kita harus belanja abis ini,” kata Michael. “Ayo, boleh.” Sebelum pulang, aku dan Michael mampir ke supermarket terdekat untuk berbelanja. Michael mendorong troli, sedangkan tugasku hanya menaruh makanan ke dalamnya. Aku mengambil coklat cukup banyak sehingga itu membuat Michael terkejut, “kamu mau beli coklat sebanyak itu?” tanya Michael kepadaku. “Iya, boleh kan?” aku bertanya balik dengan wajah memelas. “Boleh kok, tapi jangan lupa beli buah dan sayur,” ucap Michael. Ketika aku dan Michael sedang memilih buah – buahan, kami bertemu dengan Anny dan Chris lagi. Entah kenapa kami selalu bertemu, sungguh keadaan yang membuatku tidak nyaman. “Hai guys,” sapa Anny. “Hai,” sapa Michael. Anny melirik ke dalam troli belanjaan kami, “wah kalian banyak banget belanja sayur dan buah,” “Iya, Dokter menyuruh bahwa Michelle harus makan makanan yang sehat untuk kehamilannya,” balas Michael. Chris hanya berdiri diam tanpa berbicara apapun. “Kapan – kapan kita harus hangout bareng lagi sih,” ajak Anny. Aku dan Michael saling bertatapan, “hmm, boleh,” jawab michael.   Michael memegang kepalaku, lalu ia mencium kepalaku, “kami lanjut belanja lagi ya, bye,” pamit Michael. “Oke, bye,” Anny melambaikan tangannya kepada kami.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN