BAB 47 | Ekstra Part 01

1054 Kata

Aku memijat kakiku karena pegitu pegal. Tanaka masuk ke kamar dengan handuk kecil di bahunya. Aroma sabun langsung menguar memenuhi kamarku yang luasnya tidak seberapa, tapi kamar ini sudah disulap dengan baik. “Capek, ya?” tanya Tanaka mendekat. Kebetulan aku duduk di sisi kasur sedangkan Tanaka kini duduk di lantai. “Boleh keringin rambutku.” Kucebikkan bibir. “Kukira bantu memijit. Kamu nggak peka sekali. Seharian ini kita banyak berdiri ketimbang duduk, sepatu yang kukenakan pun menyiksa. Pokoknya semua menyiksa, aku nggak mau lagi berpakaian seperti itu.” “Kalau pun kamu mau, memangnya aku mengizinkanmu untuk menikah dua kali? Tidak, sampai mati tidak akan kuizinkan. Setiap kamu ingin menjalin hubungan, aku akan menggentayangimu dan laki-laki itu.” “Apaan, sih? Nggak jelas!” Aku m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN