BAB 49 | Ekstra Part 03

1436 Kata

Aku membuka mata saat merasakan kecupan di kening. Tanaka sudah terlihat segar dan rapi, aku memandanginya dengan setengah mengantuk kemudian menatap jam di nakas. Pukul lima lewat tiga menit. “Aa tinggal, ya. Hari ini jangan kemana-mana.” Kuanggukkan kepala lalu memeluk lengan Tanaka manja. “Harus sepagian ini syutingnya?” “Iya, Sayang.” Tanaka mengelus rambutku. “Sudah ditunggu Mbak Zha sama Bang Irfan di depan.” “Tapi aku nggak bikin sarapan. Aa nggak pa-pa?” “Tidak apa-apa.” Lagi, kecupan mendarat, kali ini di bibir. Aku menerimanya dengan mata terpejam. “Lanjut tidur saja. Aa pergi.” “Hm.” Pipiku diusap, setelah itu terdengar langkah kaki menjauh berikut bunyi pintu kamar dibuka lalu ditutup lagi. Aku bergelung dalam selimut, memeluk guling dengan nyaman dan lanjut terlelap lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN