Begitu aku menyerahkan helm pada driver ojek online, satpam langsung membukakan pintu gerbang untukku dan memberikan senyum yang ramah. “Neng Kimi, ibu ada di rumah,” ujarnya. “Iya, Pak. Terima kasih,” ucapku. Halamannya luas sekali, berulangkali mampir ke sini pun tetap saja aku selalu mengeluh karena harus berjalan jauh dulu barulah bisa mencapai terasnya. Beda cerita kalau aku datang bareng Tanaka, soalnya mobil bisa langsung masuk ke halaman. Aku langsung memencet bel dua kali begitu tiba, kemudian menunggu. Nggak lama pintu ditarik dari dalam dan Bi Iya langsung menyambutku dengan keramahannya. “Neng sudah ditunggu ibu dari tadi, lho.” “Ibunya di mana, Bi?” “Itu di ruang tamu. Lagi nyuapin Abang makan siang sambil ngajakin main juga.” “Kimi langsung masuk aja, ya, Bi.” Aku melewa