Tanaka berada di ruang gym sementara aku baru selesai menjamur pakaian. Bel dibunyikan tanpa jeda saat aku masuk ke dalam rumah. Segera aku ke depan dan membukanya tanpa pikir panjang. Kukira tamu itu Mbak Lena, Mbak Zha atau Alka, tapi ternyata ... Kirana. Anak songong itu memandangiku dari atas sampai bawah kemudian berdecih. Dengan nggak sopannya Kirana menggeserku lalu ngelonyor masuk. Kalau bukan adik ipar dan mengingat kebaikan kedua mertuaku, sudah kujambak sampai botak rambutnya. “Kak Naka!” teriak Kirana. “Jalan-jalan, yuk. Ke mal sama Rana.” Seolah berlaku seperti tuan rumah, Kirana berjalan ke sana kemari. Membuka beberapa pintu ruangan hanya untuk menemukan Tanaka. Mertuaku pindah ke Jakarta dari enam bulan yang lalu dan anak songong ini tanpa dikasih tau alamat rumah kami p