Fitnah Sandra

1505 Kata

Sore itu, Damian baru saja memarkir mobilnya di garasi ketika matanya menangkap sesuatu yang tidak biasa. Sebuah mobil asing berwarna silver terparkir di halaman, mobil yang ia kenali sebagai milik Sandra. Dadanya langsung berdebar tidak enak. Ia bergegas masuk. Sepatu kerjanya berderap cepat di lantai marmer lorong. Begitu memasuki ruang tamu, ia melihat Sandra berdiri di depan bufet kaca, jari-jarinya menyentuh satu per satu figura foto yang berjejer rapi. Foto Audrey, Aidan, Suri. Dan di tengah-tengah, foto Linda, mendiang istrinya, tersenyum dalam bingkai kayu putih. "Sandra." Sandra menoleh perlahan. Wajahnya datar, tapi matanya, seolah matanya berbicara banyak hal. Ia menurunkan tangan dari figura, lalu melangkah mendekati Damian. Setiap langkahnya penuh perhitungan. Begitu berhen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN