Tentang Abby

1754 Kata

Malam itu, ruang kerja Damian hanya diterangi lampu meja yang menyorot tumpukan dokumen yang tidak ia sentuh. Ia duduk di kursi kebesarannya, ponsel menempel di telinga, jemarinya mengetuk-ngetuk meja tanpa suara. Dua dering. Tiga. Empat. "Halo?" Suara Abby di seberang terdengar sedikit terengah, seperti baru saja selesai melakukan sesuatu. "Sudah dapat orang yang akan urus kebun?" Damian bertanya langsung, tanpa basa-basi. "Iya. Sudah." Suara Abby mulai tenang. "Aku cuma minta dia urus kebun sama bersihin rumah." "Bagus." Damian menyandarkan tubuhnya pada kursi dan sedikit menggoyangkan kursinya. "Jadi kamu segera ke sini, kan?" "Besok? Mungkin, kalau tidak ada halangan." Damian mengerutkan kening. Tangannya yang mengetuk meja berhenti. "Ya sudah, besok aku jemput." "Tidak perlu,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN