Abby menggandeng tangan Suri, satu tangan lainnya membawa travel bag yang cukup berat. Langkah mereka beriringan menuju rumah, Suri melompat-lompat kecil, wajahnya berseri seperti menemukan harta karun. Di teras, Abby bisa melihat Audrey berdiri dengan tangan terlipat, di sampingnya seorang wanita berpakaian formal, blazer krem, rambut tersanggul rapi, senyum yang sudah terpasang sejak tadi. Begitu kaki Abby menginjak anak tangga pertama, Suri menariknya kuat. "Ayo, Abby, masuk!" Tangannya yang mungil menggenggam erat jari Abby, menarik dengan seluruh tenaga. Abby hampir terseret, tapi ia menahan. "Tunggu dulu, Sayang." Ia menepuk pundak Suri pelan, matanya beralih ke Audrey dan Elsa. "Ada tamu." Suri menghentakkan kaki, tidak mau melepas. "Ini Elsa, sekretaris Daddy." Suara Audrey dat

