Abby berdiri di sudut kamar, punggung menghadap pintu yang baru saja ia tutup. Ponsel menempel di telinga, jari-jarinya yang bebas meremas ujung blusnya erat-erat. "Dia tahu." "Hah? Tahu apa?" Suara Damian di seberang terdengar berubah, dari datar menjadi waspada. Abby menggigit bibir bawahnya. Masih terasa getar di dadanya sejak Aidan melontarkan kalimat itu di dalam mobil. "Dia ... bilang kalau aku ini istrimu." Hening. Abby bisa membayangkan Damian mengerutkan kening, mungkin mengusap wajahnya dengan satu tangan seperti yang biasa ia lakukan saat stres. "Bagaimana mungkin?" Suara Damian pelan, tidak percaya. "Entahlah." Abby menghela napas, menekan pelipisnya yang berdenyut. "Tiba-tiba saja di dalam mobil, dia bilang begitu. Aku bahkan tidak sempat menjawab." "Baiklah." Suara Dam

