Meja makan pagi itu hanya diisi oleh tiga orang. Damian duduk di ujung dengan tablet di tangan, Audrey di sisi kanan menyantap roti bakar, sementara Aidan di sisi kiri dengan mangkuk sereal di hadapannya, sarapan pertama sebagai anak yang diskors. "Lihat, Dad." Audrey menyipitkan mata ke arah adiknya, suaranya berbisik tapi cukup jelas. "Dia kayak jagoan habis hajar temennya." Damian meletakkan tabletnya, menatap putranya yang hanya fokus pada sereal. "Dia sudah dapat hukuman. Tiga hari di rumah, dan uang jajannya dipotong." Audrey menyeringai sinis. "Rasakan!" Aidan mengangkat bahu, tidak terpengaruh. "Nggak apa-apa, Dad. Aku bisa di rumah temenin Suri main." "Aku kasih tahu Tante Sandra lho, kalau kamu diskors." Audrey menyelipkan informasi itu dengan nada puas. Wajah Aidan berubah

