Malam itu, tenda berwarna hijau berdiri kokoh di sudut kebun. Lampu senter kecil menggantung di puncak tenda, memancarkan cahaya temaram yang menari-nari di dinding terpal. Aidan sudah berbaring di dalam sleeping bag, kepala bertumpu pada ransel yang dilipat jadi bantal. Suri meringkuk di sampingnya, mata mulai sayu, tapi tangannya masih memegang boneka kelinci. Damian berjongkok di bukaan tenda, mengamati mereka berdua. Angin malam berembus, membawa dingin dari arah kebun. Daun-daun bergesekan pelan, sesekali terdengar suara jangkrik. "Sudah larut, Sayang." Damian menatap Suri. "Ayo, pindah ke dalam." Suri menggeliat, matanya setengah terbuka. "Aku mau di sini sama Aidan." Tapi beberapa jam kemudian, ketika malam benar-benar larut, Damian kembali ke tenda. Udara di luar semakin dingin

