Mengakui Kesalahan

1316 Kata

Audrey masih menatap Abby dengan sorot yang sama, tapi di sana, di balik tatapan itu, ada sesuatu yang bergetar. Damian berdiri di antara mereka, tidak bergerak. Tangannya mengepal di samping tubuh. Dadanya naik turun cepat. Ia menatap putri sulungnya, anak yang ia besarkan, yang ia cintai, yang kini berdiri di hadapannya dengan tuduhan yang tidak masuk akal. Ia ingin membentak, ingin menghentikan ini semua. Tapi ia juga tahu, jika ia turun tangan sekarang, luka ini tidak akan pernah sembuh. Ia diam. Menunggu. "Kamu bersedia?" tanya Abby. Suaranya pelan, tidak menekan. Audrey membuang napas kasar. Dadanya naik turun cepat. Ia ragu, tapi rasa penasaran lebih besar. Selama ini ia yakin. Ia sudah membaca tanda-tanda, melihat bukti-bukti, menyusun teori di kepalanya. Tidak mungkin salah.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN