Kamar itu temaram, hanya diterangi lampu baca di sudut yang menyisakan cahaya jingga lembut. Damian berbaring miring, satu tangan menopang kepalanya, menatap punggung Abby yang telanjang. Rambut Abby berantakan, helai-helainya jatuh lembut di atas bantal. "Bagaimana pertemuan dengan om dan tantemu?" tanyanya, suara rendahnya memecah keheningan. Abby tersenyum tipis. Tidak berbalik. "Itu sudah tiga hari lalu." Nadanya datar, tapi ada sesuatu yang mengendap di sana. "Kamu baru bertanya sekarang." Damian mengulurkan tangan, jari-jarinya menyisir rambut Abby dengan lembut. Gerakannya lambat, penuh arti. "Kamu tahu aku sibuk." Ia menjeda, jemarinya masih memainkan helaian rambut Abby. "Ditambah masalah Aidan, dan aduan Sandra." Abby akhirnya memutar tubuh. Kini ia menghadap Damian, wajah m

