Weekend Itu Akhirnya Datang

1581 Kata

Bel berbunyi nyaring, memecah kesunyian sore di rumah besar itu. Audrey yang sedang duduk di ruang keluarga segera bangkit, kakinya berlari kecil menuruni tangga marmer. "Biar aku saja, Bi!" serunya saat berpapasan dengan salah satu pelayan yang hendak berjalan ke pintu. Pelayan itu mengangguk, membalikkan badan kembali ke dapur. Membiarkan anak majikan yang membuka pintu sendiri. Bel sudah tidak berbunyi lagi ketika Audrey mencapai pintu utama, menarik gagangnya, dan membukanya lebar. Wajahnya yang sejak tadi datar, semakin merata tak ada ekspresi begitu melihat sosok yang berdiri di hadapannya. Wanita itu yang pernah ia lihat beberapa waktu lalu. Singgah sebentar, lalu pergi. Audrey tidak peduli untuk tau siapa namanya. Ia tidak menyapa. Hanya melangkah keluar, kedua tangan dilipat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN