Kita Kan Keluarga

1522 Kata

Napas mereka masih tersengal, tubuh masih lengket oleh keringat. Abby berguling ke samping, mencoba mengambil jarak, tapi Damian bergerak seperti bayangan yang tidak bisa dihindari. Tubuhnya yang hangat menempel lagi, bibirnya menyusuri bahu Abby, naik ke leher, ke rahang, ciuman-ciuman kecil yang basah dan malas, seolah permainan panas mereka tadi baru saja pembuka. "Damian, hentikan," desis Abby setengah hati, masih berusaha menghindar meskipun tubuhnya tidak benar-benar melawan. Damian mengangkat wajah sebentar, cukup untuk berbisik di dekat telinganya. "Kenapa?" Suaranya serak, berat. Abby menggerutu. "Kamu tanya kenapa?" "Ya." Bibirnya kembali menempel di belakang telinga Abby. "Karena aku masih belum ingin usai." Abby terkesiap. Bukan karena kaget, dia sudah terbiasa dengan keju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN