Rigel menyeka keringat yang bercucuran di dahi, mengatur napasnya yang memburu setelah berjalan kiloan meter dengan medan terjal dan kondisi kakinya yang masih sakit, itu sangat menguras tenaga. Rigel pun memilih berhenti sejenak. Sontak Joanna yang menyadari pun menoleh dan ikut menghentikan langkahnya. "Kenapa? Apa kakimu sakit? Mau istirahat dulu?" tawar Joanna, memperhatikan Rigel yang masih mengatur napas dan menyeka keringat yang cukup deras membanjiri wajah dan tubuhnya. Tampak jelas dari kaus yang dikenakan terdapat sisa-sisa keringat yang membasahi. Rigel mengangguk. "Kita istirahat sebentar, kakiku mulai kram," keluhnya. Joanna lantas memanggil kucing yang sudah berjalan lebih dulu. "Meow." Kucing itu berhenti dan menengok ke belakang, di mana Joanna tengah melambaikan tang

