Bab 46 - Mendambakan Sentuhan

1810 Kata

Stella merasa sangat deg-degan saat tangan Arga mulai bergerak untuk menurunkan ritsleting gaun yang dikenakan olehnya. Tentu saja seiring ritsleting diturunkan, punggung putih mulus Stella semakin terpampang nyata. Sialnya, pikiran Stella mulai berpikir ke arah yang tidak seharusnya. Jujur, Stella memejamkan mata, pasrah jika Arga mau mendaratkan telapak tangan di punggungnya, menyentuh dan mengelus-elusnya. Satu, dua, tiga … tapi tidak ada pergerakan apa pun setelah Arga selesai menurunkan ritsletingnya. “Udah selesai, kenapa kamu menghadap situ terus?” tanya Arga yang entah sejak kapan pria itu sudah menjauh dan berjalan ke arah pintu. Ya, saat Stella memutar tubuhnya, Arga sudah berdiri di dekat pintu dan hendak keluar dari kamar hotel. Stella pasti tidak fokus, ia juga tidak menden

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN