Sementara itu di sana, Reyhan tak beranjak dari kamar hingga sore hari. Windy baru saja tiba di rumah setelah mengikuti les sore di sekolah. Langkah membawanya ke kamar Reyhan, menemukan kekasihnya itu duduk di lantai. "Rey?" Windy mendekati Reyhan, duduk di sampingnya. "Ada apa?" "Aku udah putuskan untuk pergi ke Inggris." Windy terkejut, bibirnya mengatup karena ini di luar pemikirannya. Berjanji akan menjaga setelah dia memutuskan Chandra, Reyhan justru pergi ke benua Eropa tersebut. "Kenapa, Rey? Kenapa tiba-tiba?" "Arvin saudara kandungku, kakakku yang hilang dulu." Windy terkejut, tetapi enggan menanggapi. Raut kesal jelas terlihat di gurat garis wajah tampannya. "Nggak peduli sekeras apa pun aku menolaknya, itu kenyataan, Win. Aku udah liat hasil test DNA Papa dan Arvin. Dia