Di depan ruang operasi, Keluarga Pramana menanti dengan cemas. Sebelumnya dokter sudah memberitahukan keadaan Arvin, dan kini, tindakan selanjutnya diambil. Papa Pramana dan Mama Raya tak hentinya berdoa. Di dalam sana, anak yang tak pernah mereka besarkan, justru tumbuh dengan baik. Tak sadar bahwa dia masih hidup dan beranjak dewasa sampai detik ini, kejadian tragis justru hendak memisahkan mereka. Sementara itu sedikit berjarak, Reyhan berdiri tanpa berucap sepatah kata pun sejak lebih dari satu jam Arvin dilarikan ke rumah sakit. Dia masih mengingat bagaimana dinginnya sikapnya pada Arvin. Dan terakhir kali, apakah Arvin menyelamatkan nyawanya? Karena apa? Reyhan bahkan tak berpikir masih ada orang di dunia ini yang mungkin akan menyelamatkannya di situasi serupa. 'Apa yang harus gu