74. Kencan Pertama

2489 Kata

Sekalipun tampak ragu, Chandra telah mengambil keputusan untuk berpisah. Karina terlihat menguntai senyum sinis dan Reyhan tak percaya dengan ketegaran hati Windy. Apalagi ketika senyuman manis itu terbit di bibir merah mudanya. "Kak Win!" Panggilan Luna mengusik perdebatan panjang mereka. Luna dan Arvin mendekati dengan ekspresi antusias. Senyum indah dari Windy membuat Luna sangat lega. Semua sudah berakhir. Kebimbangan yang menyiksa mereka sudah menemukan titik terang. "Aku benar, 'kan?" tanya Luna. "Ya, kamu benar!" Untuk sesaat, Windy dan Luna membiarkan tanda tanya memenuhi kepala mereka. Reyhan tak paham kenapa Windy tetap santai menghadapi ini walau jelas terlihat kekecewaan di matanya. Chandra justru tak tahu harus bicara apa lagi. "Kenapa kamu nggak pergi? Kamu nunggu aku u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN