---**--- 2 hari kemudian., Columbia University, New York, USA., Sore hari., Caca melangkahkan kakinya sambil melihat ke arah lain. Tubuhnya sangat lelah sekali. Seharian berada di perpustakaan memang membuat hatinya lega, meski setelah ia keluar dari sana, dia kembali dirundung rasa sedih. Entahlah, Caca tidak tahu kenapa ia merasa serba salah. Seharusnya ia tidak perlu mengeluhkan soal apapun karena ia tidak pernah kesusahan sekarang. Namun, berkaitan hubungan antara dia dengan Aiyaz, hal itu yang membuatnya tidak semangat menjalani hari-hari seperti biasanya. Bukan dia ingin terlepas dari hubungan ini, tetapi sikap Aiyaz yang semakin arogan membuat Caca sedikit ketakutan menghadapinya. Dia terus melangkahkan kaki melewati beberapa ko