"Kau bekerja di ST Tower?" *** Di tempat lain, Besi yang mulai menata kehidupannya, tinggal sendiri di sebuah rumah yang ia sewa. Jauh di dalam hatinya, ia tak ingin menggunakan uang tutup mulut itu, tapi mau bagaimana lagi. Untuk tetap hidup, ia harus mengorbankan sedikit idealismenya. Entah sedikit atau banyak, ia hanya ingin bertahan hidup. Ia punya beberapa alasan untuk itu. Salah satunya adalah, ia ingin bertemu dengan putrinya. Ia belum mendapatkan pekerjaan yang baru. Meskipun sebenarnya, ia bisa saja mencari pekerjaan. Tidak masalah jika hanya sebagai buruh angkut atau semacamnya, atau bahkan mencari barang rongsok pun tak mengapa. Sebab ia meyakini satu hal. Sama dengan kota Jakarta, kota yang ia tempati kini, kota lainnya juga, memiliki masalah yang hampir mirip. Limbah dan s

