Memangnya apa yang bisa kita lakukan? Nyawa kita berharga bagi orang-orang yang menyayangi kita. *** Sementara itu, di suatu rumah, sebuah keluarga tengah berduka. Duka yang entah kapan akan berakhir. Duka yang dirasa oleh mereka tak kunjung menemui kata sudah. "Dia mungkin tidak akan kembali," ucap seorang lelaki yang sudah agak tua. Usianya enam puluh tahun. Seseorang yang menjadi lawan bicaranya adalah seorang perempuan yang umurnya tak beda jauh dengan laki-laki tua itu. Perempuan itu memandangi sebuah foto. Foto anak lelaki mereka yang tengah tersenyum. "Apakah kota itu benar-benar dihancurkan?" tanya si perempuan dengan nada yang sangat sedih. "Menurut informasi, setelah semuanya dinyatakan tak ada orang hidup yang tersisa, maka pemerintah pun memulai penghancuran. Itu bera

