Terpisah

1057 Kata

Ipang, Aul, Joni, Dollar, dan Besi kembali melanjutkan perjalanan mereka. Kali ini, Besi yakin, tak akan ada rintangan yang berarti. Apalagi melihat kaki Joni yang sepertinya sudah mulai membaik. Kuat juga bocah itu, pikir Besi. Di tengah perjalanan itu, Joni dan Aul sedikit berbisik-bisik. Kalau mereka bicara keras-keras, sudah tentu Besi akan protes. Besi masih memandang tentang bicara hal-hal remeh adalah sesuatu yang sangat tidak penting. "Aku merasa hampir mati tadi. Kupikir, aku benar-benar akan menemui ajal dan tidak akan bertemu dengan kakakku, atau dengan Nadira, dengan orang-orang yang kucintai." Aul menahan tawanya sedikit. "Nadira? Ini pertama kali kudengar namanya lagi, setelah kita terjebak di sini. Kupikir, kau sudah melupakan gadis itu." Joni menggeleng. "Ya, tapi seb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN