Besi meminta supir untuk diantar ke penginapan. Untuk sementara, ia merasa harus tinggal di sana saja. Ia pikir, itu akan lebih aman. Lebih baik. Sebenarnya, jauh di dalam hatinya, ia ingin menemui putrinya. Akan tetapi, setelah berpikir lagi, Besi merasa ia belum memiliki keberanian yang cukup. Ia memasuki penginapan dan menaruh kopernya di sudut. Setelah beberapa saat, ia pun merebahkan dirinya. Lelah. Kata-kata seseorang yang memberinya penawaran tadi, kembali terngiang. "ST Tower. Kau tahu kepanjangannya? SecreT Tower. Sekarang, kau tahu satu hal lagi. Satu hal yang harus kau ketahui. Oh iya. Kudengar, anakmu sekarang sudah besar. Dia tumbuh jadi gadis yang cantik, ya. Ah, sayang. Kau tidak ada di sisinya, di saat dia melewati masa kanak-kanak. Sekarang, sudah mau remaja saja." Sek

