Dua motor beriringan di jalan raya. Keduanya berhenti tepat di depan gerbang rumah Sabiya. Tiara yang saat itu duduk membonceng di motor seorang cowok, melambaikan tangan pada Sabiya, dibalas dengan lambaian pula oleh Sabiya yang berlari keluar rumah. Ia melewati gerbang dan menghampiri Tiara. Seorang cowok yang duduk sendirian diatas motor ninja, menunggui Sabiya dengan sabar. Dialah cowok yang diajak Tiara untuk menjemput Sabiya, supaya Sabiya yang terbiasa diantar supir saat ke sekolah, terhindar dari kata macet. “Apaan tuh, Biya?” tanya Tiara menatap setumpuk kertas besar yang Sabiya masukkan ke tasnya dengan susah payah karena ukuran kertas yang kebesaran. “Ini gambar bunga.” Sabiya kemudian mendekati Tiara dan menunjukkan pesan di mesengernya. Sabiya mengatakan kalau dia pen

