Eps 93. Pasrah Pada Maut

1112 Kata

Pagi-pagi sekali Fariz sudah terlihat rapi, mengenakan kemeja cokelat. Ia tidak bisa tidur setelah shalat subuh. Dengan tergesa ia menuruni anak tangga menuju lantai satu. “Aniii..!” panggil Fariz pada asisten rumah tangganya. “Ya, Tuan!” Asisten rumah tangga bernama Asih muncul. “Loh, yang dipanggil Ani kok yang datang Asih?” Fariz terlihat sibuk memasang dasi. “Ani sedang di kamar mandi, Tuan.” “Oh. Ambilkan roti bakar yang saya pesan tadi.” “Baik, Tuan.” Asih menghambur ke belakang dan kembali membawa roti bakar yang sudah dikemas di dalam kemasan kaca. “Letakkan di mobil. Mobil nggak dikunci,” titah Fariz. “Biik, tas saya mana?” teriaknya sembari menatap ke lantai atas. Seorang pembantu tergopoh menuruni anak tangga lalu menyerahkan tas laptop. “Makasih, Bik.” Fariz

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN